Ikan Jalalah, Pencemaran Perairan, dan Konservasi: Tantangan Kesehatan Masyarakat Wakatobi

Authors

  • Sunarwan Asuhadi Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi
  • Akhmatul Ferlin Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi
  • Rahman Shaadikin Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Wakatobi
  • Muhammad Musrianton Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi
  • Harudin Harudin Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi

DOI:

https://doi.org/10.64465/jek.v1i2.90

Keywords:

Ikan jalalah, Kesehatan masyarakat, Konservasi laut , Mikroplastik, Pencemaran perairan

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis keterkaitan konsep ikan jalalah, pencemaran perairan, konservasi laut, dan kesehatan masyarakat di Wakatobi. Metode yang digunakan adalah tinjauan naratif-integratif terhadap artikel ilmiah tahun 2021-2025 yang relevan dan terindeks Sinta atau Scopus. Penelusuran awal menghasilkan 86 rekaman, 72 rekaman disaring setelah duplikasi dikeluarkan, 33 artikel dinilai melalui teks lengkap, dan 13 artikel lolos seleksi akhir untuk sintesis tematik. Sintesis difokuskan pada keamanan pangan laut, sanitasi pesisir, mikroplastik, ekologi terumbu, serta prinsip halal-thayyib. Hasil sintesis menunjukkan bahwa istilah ikan jalalah dapat dipakai sebagai lensa etik-saniter untuk menilai paparan ikan terhadap bahan kotor atau tercemar, namun tidak boleh disamakan secara otomatis dengan seluruh ikan dari perairan tercemar tanpa bukti ilmiah dan pertimbangan fikih. Bukti terbaru menunjukkan keberadaan mikroplastik pada perairan dan ikan yang terkait Wakatobi, sementara konservasi terumbu menghadapi tekanan antropogenik, nutrien, sampah, dan perubahan fungsi pesisir. Artikel ini menegaskan perlunya surveilans terpadu berbasis One Health yang menghubungkan laboratorium lingkungan, keamanan pangan ikan, sanitasi komunitas pesisir, literasi halal-thayyib, dan penguatan konservasi adaptif sebagai strategi perlindungan kesehatan masyarakat Wakatobi.

References

Basriah, B., Afu, L. O. A., & Emiyarti, E. (2024). Abundance and distribution of microplastics in the waters of Koroe Onowa Village, Wakatobi Regency. Jurnal Biologi Tropis, 24(2b), 363-371. https://doi.org/10.29303/jbt.v24i2b.8320

Elizalde-Velázquez, G. A., & Gómez-Oliván, L. M. (2021). Microplastics in aquatic environments: A review on occurrence, distribution, toxic effects, and implications for human health. Science of the Total Environment, 780, 146551. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2021.146551

Fahlevy, K., Prabowo, B., Manik, N. W. Q., Carvalho, P. G., Humphries, A. T., Subhan, B., & Madduppa, H. (2024). Coral communities distribution in the context of site’s reef formation type in Wakatobi National Park, Indonesia. Ocean Science Journal, 59, Article 29. https://doi.org/10.1007/s12601-024-00154-1

Faryuni, I. D., Saint-Amand, A., Dobbelaere, T., Umar, W., Jompa, J., Moore, A. M., & Hanert, E. (2024). Assessing coral reef conservation planning in Wakatobi National Park (Indonesia) from larval connectivity networks. Coral Reefs, 43, 19-33. https://doi.org/10.1007/s00338-023-02443-y

Ghazali, U. Z. M., & Sabjan, M. A. (2024). Towards Halalan Toyyiba implementation in Malaysia: The application of al-Jallalah, Istihalah and Istibrak concept in current issues concerning water-based halal jurisdiction in Malaysia. Malaysian Journal of Islamic Studies, 8(1), 94-109. https://doi.org/10.37231/mjis.2024.8.1.271

Isfarin, N. N., Fara, M. E., Krisna, H. N., Machdani, S., & Munir, M. (2024). Microplastics in Indonesian land and aquatic environment: From research activities to regulation policies. Marine Pollution Bulletin, 206, 116813. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2024.116813

Jansit, A. F., Zamani, N. P., Subhan, B., Rachmawati, R., & Lalang. (2024). Analysis of environmental parameters supporting the abundance of Acanthaster planci in the Wakatobi and Sombori Marine Protected Areas, Sulawesi, Indonesia. Biodiversitas, 25, 3672-3682. https://doi.org/10.13057/biodiv/d251029

La Dia Nur, W. O. N. A., Kantun, W., & Kabangnga, A. (2021). Microplastic analysis of big eyes tuna (Thunnus obesus) landed at the port of fish in Wakatobi. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 13(2), 333-343. https://doi.org/10.29244/jitkt.v13i2.34871

Manullang, C. Y., Patria, M. P., Haryono, A., Anuar, S. T., Suyadi, S., & Opier, R. D. A. (2023). Status and research gaps of microplastics pollution in Indonesian waters: A review. Indonesian Journal of Chemistry, 23(1), 251-267. https://doi.org/10.22146/ijc.73485

Mustappa, K., Alias, M. N., Mohd Kashim, M. I. A., Mutalib, S. A., & Safiai, M. H. (2022). Perbandingan kedudukan haiwan jallālah menurut pandangan fuqaha klasik dan fatwa semasa di Malaysia. Journal of Contemporary Islamic Law, 7(2), 73-85.

Rusli, A., Anggraini, E., & Haya, L. O. M. Y. (2024). Kesediaan masyarakat untuk menerima hilangnya fungsi keberadaan ekosistem pantai di Kabupaten Wakatobi. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 14(2), 143-154. https://doi.org/10.15578/jksekp.v14i2.13757

Tanveer, M., Ntakiyisumba, E. N., & Won, G. (2024). Prevalence and risk factors of seafood-borne Vibrio vulnificus in Asia: A systematic review with meta-analysis and meta-regression. Frontiers in Microbiology, 15, 1363560. https://doi.org/10.3389/fmicb.2024.1363560.

Wulandari, R., Iswara, A. P., Qadafi, M., Prayogo, W., Astuti, R. D. P., Utami, R. R., Jayanti, M., Awfa, D., Suryawan, I. W. K., Fitria, L., & Andhikaputra, G. (2024). Water pollution and sanitation in Indonesia: A review on water quality, health and environmental impacts, management, and future challenges. Environmental Science and Pollution Research, 31, 65967-65992. https://doi.org/10.1007/s11356-024-35567-x.

Downloads

Published

2026-05-20

How to Cite

Asuhadi, S., Ferlin, A., Shaadikin, R., Musrianton, M., & Harudin, H. (2026). Ikan Jalalah, Pencemaran Perairan, dan Konservasi: Tantangan Kesehatan Masyarakat Wakatobi. Jurnal Entitas Kesehatan, 1(2), 60–70. https://doi.org/10.64465/jek.v1i2.90

Issue

Section

Articles