Rasionalitas Penggunaan Obat Diabetes Melitus Tipe 2 Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas X Periode 2025–2026

Authors

  • Angelia Stevani Feronica STIKES Al-Fatah Bengkulu
  • Nurwani Purnama Aji STIKES Al-Fatah Bengkulu
  • Eka Putri Wiyati STIKES Al-Fatah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.64465/jek.v1i4.144

Keywords:

Antidiabetes, Diabetes melitus tipe 2, Efek merugikan obat, Rasionalitas obat

Abstract

DM Tipe 2 adalah penyakit kronis yang memerlukan penanganan berkelanjutan sehingga penggunaan obat yang rasional diperlukan untuk mencapai keberhasilan terapi dan mencegah masalah terkait obat. Evaluasi rasionalitas penting dilakukan berdasarkan aspek tepat pasien, indikasi, obat, dan dosis serta pemantauan potensi efek merugikan obat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji tingkat rasionalitas dalam penggunaan obat dan efek merugikan obat pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas X periode 2025–2026. Penelitian menggunakan metode deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi serta persentase. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 129 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metformin merupakan obat antidiabetes yang paling banyak digunakan, yaitu sebanyak 91 pasien (70,54%), diikuti penggunaan kombinasi dua obat sebanyak 35 pasien (27,13%) dan kombinasi tiga obat sebanyak 3 pasien (2,33%). Evaluasi rasionalitas menunjukkan bahwa aspek tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis masing-masing sebesar 100% rasional.

References

American Diabetes Association Professional Practice Committee. (2025). Standards of Care in Diabetes—2025. Diabetes Care, 48(Supplement 1), S1–S321. https://doi.org/10.2337/-SINT

Berbudi, A., Rahmadika, N., Tjahjadi, A. I., & Ruslami, R. (2020). Type 2 Diabetes and its impact on the immune system. Current Diabetes Reviews, 16(5), 442–449. https://doi.org/10.2174/1573399815666191105125524

Davies, M. J., Aroda, V. R., Collins, B. S., Gabbay, R. A., Green, J., Maruthur, N. M.,... & Buse, J. B. (2022). Management of Hyperglycemia in Type 2 Diabetes, 2022: A Consensus Report by the American Diabetes Association (ADA) and the European Association for the Study of Diabetes (EASD). Diabetes Care, 45(11), 2753–2786. https://doi.org/10.2337/dci22-0034

Foretz, M., Guigas, B., & Viollet, B. (2023). Metformin: Update on mechanisms of action and clinical applications. Nature Reviews Endocrinology, 19(7), 419–431. https://doi.org/10.1038/s41574-023-00833-4

Galicia-Garcia, U., Benito-Vicente, A., Jebari, S., Larrea-Sebal, A., Siddiqi, H., Uribe, K. B.,... & Martin, C. (2022). Pathophysiology of Type 2 Diabetes Mellitus. International Journal of Molecular Sciences, 23(13), 7042. https://doi.org/10.3390/ijms23137042

Hasdianah. (2012). Penyakit diabetes mellitus. Yogyakarta: Nuha Medika.

International Diabetes Federation. (2021). IDF Diabetes Atlas (10th ed.). Brussels: International Diabetes Federation. https://diabetesatlas.org Diakses pada: 9 September 2026

Jabbar, A., Yusuf, M. I., Pascayantri, A., & Nurwati, A. (2024). Rasionalitas Penggunaan Antidiabetik Pasien Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Kota Kendari. Jurnal Kesehatan Kendari, 6(2), 45-52.

Kautzky-Willer, A., Harreiter, J., & Pacini, G. (2023). Sex and gender differences in risk, pathophysiology and complications of diabetes mellitus. Endocrine Reviews, 44(2), 201–228. https://doi.org/10.1210/endrev/bnac031

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Badan Litbangkes. http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf Diakses pada: 9 September 2026

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Infodatin: Tetap produktif, cegah dan atasi diabetes mellitus. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-diabetes-2020.pdf Diakses pada: 9 September 2026.

Liu, X., Yan, X., Wang, J., Zheng, J., & Zhang, Y. (2022). Association between serum uric acid and metabolic disorders in patients with type 2 diabetes mellitus. Frontiers in Endocrinology, 13, 828742. https://doi.org/10.3389/fendo.2022.828742.

Putri, N. A., Cholisoh, Z., Azizah, T. N., & Saputro, H. N. (2026). Model intervensi kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Cepiring. Jurnal Entitas Kesehatan, 1(3).

Rahayu, S. D., Yuliawati, Maimum, & Kasmadi, F. S. (2025). Analisis biaya langsung medis pasien diabetes mellitus tipe II di Rumah Sakit Umum Daerah Mayjen H. A. Thalib Kota Sungai Penuh. Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara, 1(2), 67–76.

Teria, N. P., & Sholikhah, M. (2025). Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat hipertensi di Kota Palembang. Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara, 1(2).

World Health Organization. (2020). Diabetes. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes Diakses pada: 9 September 2026

Zheng, Y., Ley, S. H., & Hu, F. B. (2018). Global Aetiology and Epidemiology of type 2 diabetes mellitus and its complications. Nature Reviews Endocrinology, 14(2), 88-98.

Downloads

Published

2026-09-13

How to Cite

Feronica, A. S., Aji , N. P., & Wiyati, E. P. (2026). Rasionalitas Penggunaan Obat Diabetes Melitus Tipe 2 Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas X Periode 2025–2026. Jurnal Entitas Kesehatan, 1(4), 167–179. https://doi.org/10.64465/jek.v1i4.144

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.