Literatur Review: Dampak Penggunaan NSAID terhadap Ulkus dan Cedera Saluran Cerna
DOI:
https://doi.org/10.64465/jkfn.v2i2.109Keywords:
Cedera saluran cerna, NSAID, Ulkus peptikumAbstract
Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) merupakan obat yang banyak digunakan dalam praktik klinis, namun penggunaannya diketahui berhubungan erat dengan terjadinya ulkus dan berbagai bentuk cedera saluran cerna. Artikel review ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan NSAID terhadap ulkus dan cedera saluran cerna berdasarkan sintesis temuan dari 15 jurnal ilmiah yang relevan. Penelusuran literatur dilakukan terhadap artikel penelitian eksperimental, studi observasional, laporan kasus, dan pedoman klinis yang membahas mekanisme, faktor risiko, serta pencegahan cedera gastrointestinal akibat NSAID. Hasil telaah menunjukkan bahwa NSAID dapat menyebabkan kerusakan mukosa saluran cerna atas dan bawah melalui inhibisi enzim siklooksigenase yang menurunkan prostaglandin protektif, efek iritasi topikal langsung, disfungsi mitokondria, peningkatan stres oksidatif, serta gangguan integritas mukosa usus. Manifestasi klinis yang dilaporkan meliputi dispepsia, ulkus peptikum, perdarahan saluran cerna atas, hingga enteropati NSAID yang sering bersifat asimtomatik. Risiko cedera meningkat pada penggunaan jangka panjang, dosis tinggi, usia lanjut, riwayat ulkus, dan penggunaan obat penyerta tertentu. Strategi pencegahan yang konsisten dilaporkan efektif meliputi penggunaan proton pump inhibitor, pemilihan NSAID selektif COX-2 pada pasien berisiko, serta edukasi penggunaan NSAID yang rasional.
Downloads
References
Adiansyah, M., Arfania, D., Friyanto, E. N., Musfiroh, F. A., Sathi'ah, L., Irawan, N. D., Yuliani, S. H., & Herawati, S. H. (2023). Efek samping terhadap pemakaian analgetik golongan NSAID (Ibuprofen). INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 3(2), 8065–8075.
Caroline, & Tarigan. (2024). NSAID-induced gastropathy dengan manifestasi perdarahan saluran cerna atas. Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic, 4(1), 19–24.
Ekaputra, A. (2026). Optimalisasi Penerapan Standar Akuntansi Keuangan EMKM Dalam Laporan Keuangan UMKM: Systematic Literature Review. Jurnal Entitas Ekonomi Dan Bisnis, 2(1), 29–40. https://doi.org/10.64465/jeeb.v2i1.97
Faradiba, Z., Sholikhah, M., & Tedi. (2025). Korelasi Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat Terhadap Penggunaan Obat Gastritis di Kecamatan Seberang Ulu Satu Kota Palembang. Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara, 1(2), 57–64. https://doi.org/10.64465/jkfn.v1i2.53
Islam, H., Siddiqui, A., Islam, R., Islam, T., Ahmed, S., Fahim, M., Khalid, M., Malik, G. M. A., & Imtiaz, H. (2024). NSAID-induced gastric ulcer disease: A deleterious connection. Discovery Medicine, 36(188), 1789–1799. https://doi.org/10.24976/Discov.Med.202436188.165
Isnenia, I. (2020). Penggunaan non-steroid anti-inflammatory drug dan potensi interaksi obatnya pada pasien muskuloskeletal. Pharmaceutical Journal of Indonesia, 6(1), 47–55.
Joo, M. K., Park, C. H., Kim, J. S., et al. (2020). Clinical guidelines for drug-related peptic ulcer, 2020 revised edition. Gut and Liver, 14(6), 707–726.
Kamada, T., Satoh, K., Itoh, T., et al. (2021). Evidence-based clinical practice guidelines for peptic ulcer disease 2020. Journal of Gastroenterology, 56, 303–322.
Ko, K. A., & Lee, D. K. (2025). Drug-induced peptic ulcer disease caused by nonsteroidal anti-inflammatory drugs. Korean Journal of Helicobacter and Upper Gastrointestinal Research, 25(1), 34.
Malik, T. F., & Singh, K. (2018). Peptic ulcer disease. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534792/
Mardhiyah, R., Fauzi, A., & Syam, A. F. (2015). Diagnosis dan tata laksana enteropati akibat obat anti-inflamasi non steroid (OAINS). Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 2(3), 190–197.
Mediansyah, A., & Rahmanisa, S. (2017). Hubungan ibuprofen terhadap ulkus gaster. Jurnal Majority, 6(1), 6–10.
Parhan, & Gulo, A. Y. (2018). Pengaruh kecepatan pembentukan tukak lambung terhadap pemberian berbagai golongan NSAID pada tikus jantan. Jurnal Farmasi, 1(1). https://doi.org/10.35451/jfm.v1i2.147
Sholikhah, M. (2025). Aktivitas Rimpang Lengkuas dalam Sediaan Farmasi: Systematic Literature Review. Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara, 1(1), 22–28. https://doi.org/10.64465/jkfn.v1i1.9
Sholikhah, M., Putri, K. A., Chairani, S. N., & Septiani, N. (2026). Inovasi Formulasi Pewarna Rambut Berbasis Bahan Alam Sebagai Alternatif Kosmetik yang Aman: Systematic Review. Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara, 2(1), 48–56. https://doi.org/10.64465/jkfn.v2i1.96
Skogar, M. L., & Sundbom, M. (2022). Nonsteroid anti-inflammatory drugs and the risk of peptic ulcers after gastric bypass and sleeve gastrectomy. Surgery for Obesity and Related Diseases, 18, 888–893.
Sulistiarini, R., Hajrah, H., Ardan, M., Anggraini, R., & Ramadhan, A. M. (2022). Laporan kasus: Pengobatan pada melena et causa NSAID ulkus peptikum pada pasien anemia dan nefrolitiasis dengan CKD. Jurnal Sains dan Kesehatan, 4(SE-1), 5–8.
Syahroni, R. U. (2021). Dampak konsumsi diclofenac terhadap ulkus gaster. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 3(3), 627–634.
Szeto, C. C., Sugano, K., Wang, J. G., Fujimoto, K., Whittle, S., Modi, G. K., et al. (2020). Nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) therapy in patients with hypertension, cardiovascular, renal, or gastrointestinal comorbidities: Joint APAGE/APLAR/APSDE/APSH/APSN/PoA recommendations. Gut, 69(4), 617–629.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Made Laksmi Meiliana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







