Perbandingan Strategi Formulasi Kosmetik Serum Wajah dengan Klaim Pencerah pada Merek Lokal dan Global

Authors

  • Mar'atus Sholikhah Poltekkes Kemenkes Palembang

DOI:

https://doi.org/10.64465/jek.v1i2.117

Keywords:

Bahan aktif, Kosmetik, Pencerah kulit, Serum wajah, Strategi formulasi

Abstract

Pertumbuhan industri kosmetik mendorong meningkatnya inovasi formulasi serum wajah dengan klaim pencerah. Perbedaan strategi formulasi antara merek lokal dan global belum banyak dikaji, terutama berdasarkan penggunaan bahan aktif, pola kombinasi bahan aktif, dan kompleksitas mekanisme kerja. Penelitian ini bertujuan membandingkan strategi formulasi kosmetik serum wajah dengan klaim pencerah pada merek lokal dan global berdasarkan penggunaan bahan aktif pendukung klaim pencerah, kategori formulasi, pola kombinasi bahan aktif, dan kompleksitas mekanisme kerja. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif komparatif terhadap 60 produk serum wajah dengan klaim pencerah yang terdiri atas 30 merek lokal dan 30 merek global. Data diperoleh dari daftar komposisi (ingredient list) yang tercantum pada kemasan atau sumber resmi produk. Analisis deskriptif disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase. Perbedaan kategori formulasi dianalisis menggunakan uji Chi-square, sedangkan kompleksitas mekanisme kerja dibandingkan menggunakan uji Mann–Whitney U dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa niacinamide merupakan bahan aktif yang paling banyak digunakan (56,7%), diikuti vitamin C dan turunannya (36,7%), tranexamic acid (18,3%), dan alpha arbutin (16,7%). Sebagian besar produk menggunakan kombinasi dua bahan aktif (56,7%), sedangkan kombinasi niacinamide dan vitamin C merupakan pola kombinasi yang paling sering ditemukan. Mayoritas produk memiliki dua mekanisme kerja (55,0%). Hasil uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kategori formulasi antara merek lokal dan global (p = 0,180). Uji Mann–Whitney U juga menunjukkan bahwa kompleksitas mekanisme kerja kedua kelompok tidak berbeda secara signifikan (p = 0,868). Dengan demikian, strategi formulasi kosmetik serum wajah merek lokal dan global relatif sebanding dalam kategori formulasi dan kompleksitas mekanisme kerja, meskipun terdapat perbedaan dalam pemilihan dan kombinasi bahan aktif yang digunakan.

References

Akter, S., Phan, A. D. T., Netzel, M., & Sultanbawa, Y. (2022). Kakadu Plum (Terminalia ferdinandiana). In Handbook of Phytonutrients in Indigenous Fruits and Vegetables (pp. 189–204).

Al-Niaimi, F., & Chiang, N. Y. Z. (2017). Topical vitamin C and the skin: Mechanisms of action and clinical applications. Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, 10(7), 14–17.

Alsharif, S. H., Alghamdi, A. S., Alwayel, Z. A., Alaklabi, S. N., Alyamani, N. A., Sabsabee, M. A., ... & Alajlan, A. M. (2022). Efficacy and best mode of delivery for tranexamic acid in post-inflammatory hyperpigmentation: A systematic review. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 15, 2873–2882.

Anwar, A. I., Budhiani, S., Seweng, A., Arimuko, A., Norawati, L., & Veronica, S. (2020). Effectiveness of application of serum and cream containing combination of tranexamic acid, Galactomyces ferment filtrate, niacinamide, and alpha arbutin using layering technique in melasma. Hong Kong Journal of Dermatology and Venereology, 28(1), 5–10.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2026). BPOM dorong penguatan inovasi dan keberlanjutan industri kosmetik nasional dalam Future Beauty Talk 2026. Diakses pada 4 Agustus 2026, dari https://www.pom.go.id/berita/dorong-transformasi-industri-kosmetik-bpom-tekankan-inovasi-dan-keberlanjutan-di-future-beauty-talk-2026

Boo, Y. C. (2021). Emerging strategies to protect the skin from ultraviolet rays using plant-derived materials. Antioxidants, 9(7), 637.

Bylka, W., Znajdek-Awiżeń, P., Studzińska-Sroka, E., & Brzezińska, M. (2013). Centella asiatica in cosmetology. Advances in Dermatology and Allergology/Postępy Dermatologii i Alergologii, 30(1), 46–49.

Campos, P. M. B. G. M., Gaspar, L. R., Gonçalves, G. M. S., Pereira, L. H. T. R., Semprini, M., & Lopes, R. A. (2015). Comparative effects of retinoic acid or glycolic acid vehiculated in different topical formulations. BioMed Research International, 2015, 650316. https://doi.org/10.1155/2015/650316

Draelos, Z. D. (Ed.). (2021). Cosmetic dermatology: Products and procedures. John Wiley & Sons.

Duval, C., Qiu, J., Warrick, E., Sextius, P., Castiel-Higounenc, I., Xiang, L., Bernerd, F., & Passeron, T. (2026). Decoding hyperpigmentation from biological mechanisms to actives with clinically proven topical efficacy: A narrative review. Dermatology and Therapy, 16, 3385–3414. https://doi.org/10.1007/s13555-026-01807-w

Ebanks, J. P., Wickett, R. R., & Boissy, R. E. (2009). Mechanisms regulating skin pigmentation: The rise and fall of complexion coloration. International Journal of Molecular Sciences, 10(9), 4066–4087.

Jafry, M., Guan, L. L., & Mohammad, T. F. (2024). A practical guide to over-the-counter treatments for hyperpigmentation. JEADV Clinical Practice, 3(2), 433–447.

Kolbe, L., Immeyer, J., Batzer, J., Wensorra, U., Dieck, K. T., Mundt, C., & Wenck, H. (2006). Anti-inflammatory efficacy of Licochalcone A: Correlation of clinical potency and in vitro effects. Archives of Dermatological Research, 298(1), 23–30.

Ong, R. R., & Goh, C. F. (2024). Niacinamide: A review on dermal delivery strategies and clinical evidence. Drug Delivery and Translational Research, 14(12), 3512–3548.

Pratiwi, D. I., & Sholikhah, M. A. (2026). Formulasi dan evaluasi deodoran spray ekstrak daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) dengan variasi aluminium kalium sulfat sebagai antirespiran. Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara, 2(1), 1–13.

Pullar, J. M., Carr, A. C., & Vissers, M. C. M. (2017). The roles of vitamin C in skin health. Nutrients, 9(8), 866. https://doi.org/10.3390/nu9080866

Sailakshmi, G., & Navuduri, S. J. (2025). Beetroot in modern herbal cosmetology: Multifunctional face packs for healthy, glowing skin. International Journal of Zoology, Environment and Life Sciences, 11–15.

Septiahyani, C. A., & Sholikhah, M. A. (2026). Pengaruh variasi konsentrasi gliserin terhadap formulasi face mist ekstrak daun matoa (Pometia pinnata). Jurnal Entitas Kesehatan, 1(1), 25–38.

Shi, J., Yu, J., Pohorly, J. E., & Kakuda, Y. (2003). Polyphenolics in grape seeds—Biochemistry and functionality. Journal of Medicinal Food, 6(4), 291–299.

Triwulandari, S., & Sholikhah, M. A. (2026). Formulasi dan uji evaluasi clay mask berbasis ekstrak bangle (Zingiber purpureum Roxb.) dengan variasi konsentrasi bentonit dan kaolin. Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara, 2(1), 27–37.

Yan, X., Tsuji, G., Hashimoto-Hachiya, A., & Furue, M. (2022). Galactomyces ferment filtrate potentiates an anti-inflammaging system in keratinocytes. Journal of Clinical Medicine, 11(21), 6338.

Zamil, D. H., Khan, R. M., Braun, T. L., & Nawas, Z. Y. (2022). Dermatological uses of rice products: Trend or true? Journal of Cosmetic Dermatology, 21(11), 6056–6060.

Downloads

Published

2026-05-26

How to Cite

Sholikhah, M. (2026). Perbandingan Strategi Formulasi Kosmetik Serum Wajah dengan Klaim Pencerah pada Merek Lokal dan Global . Jurnal Entitas Kesehatan, 1(2), 78–88. https://doi.org/10.64465/jek.v1i2.117

Issue

Section

Articles