Implementasi Tradisi Masyarakat Pesisir dalam Mengembangkan Nilai Kearifan Lokal di Wakatobi, Sulawesi Tenggara

Authors

  • Harudin Harudin Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi
  • Nasrun Nasrun Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi
  • Normayasari Normayasari Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi
  • Nur Ikhsan Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi
  • La Ode Mansyur Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi
  • Arham Rumpa Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi
  • Sariamin Sahari Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi
  • Muhammad Musrianton Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi
  • Alfi Kusuma Admaja Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi
  • Akhmatul Ferlin Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi
  • Sunarwan Sunarwan Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi

DOI:

https://doi.org/10.64465/jepm.v2i1.87

Keywords:

Budaya, Ekowisata bahari, Festival budaya, Kearifan lokal, Masyarakat pesisir

Abstract

Tradisi masyarakat pesisir di Wakatobi merupakan bagian dari kearifan lokal yang memiliki nilai sosial, budaya, dan potensi konservasi dan ekowisata bahari. Salah satu bentuknya adalah sistem buka tutup dan konservasi ikan baronang (Laloa Barona) yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai media edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan tradisi masyarakat pesisir sebagai kearifan lokal di Wakatobi sebagai sarana penguatan kearifan lokal dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap potensi kelautan dan perikanan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap nilai ekologis dan budaya, meningkatnya partisipasi generasi muda, serta berkembangnya aktivitas ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Dengan demikian, implementasi tradisi masyarakat pesisir di atas berpotensi menjadi strategi efektif dalam penguatan kearifan lokal dan pengembangan konservasi dan ekowisata berbasis masyarakat pesisir.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Berkes, F. (2012). Sacred ecology (3rd ed.). New York: Routledge.

Ekaputra, A., Rachmalia, S., & Triyani, N. (2025). Edukasi Tata Kelola Keuangan Ibu Rumah Tangga Di Perumnas Bojongbata Pemalang. Jurnal Entitas Pengabdian Masyarakat, 1(1), 16-20.

Getz, D., & Page, S. J. (2016). Event studies: Theory, research and policy for planned events. Tourism Management, 52, 593–631. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2015.03.012.

Hatidah, H., Indriani, R. R. F., Marsinah, M., & Purwanto, M. B. (2025). Etnografi festival kuliner lokal. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA), 5(1), 67-78. https://doi.org/10.36908/jimpa.v5i1.503.

Lestari, A. E., Fitriatun, F., Jannah, J., & Widayat, R. M. (2025). Pengaruh event pariwisata lokal terhadap peningkatan kunjungan wisatawan di NTB. PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat), 3(04), 1248-1261.

Muliawanti, L., & Susanti, D. (2020). Digitalisasi destinasi sebagai strategi pengembangan promosi pariwisata di Kabupaten Magelang. Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 3(02), 135-143. https://doi.org/10.25008/wartaiski.v3i02.53.

Nurhidayati, S. E., Fandeli, C., & Sudarmadji. (2019). Community-based tourism (CBT) as a sustainable tourism model in Indonesia. Tourism Review, 74(4), 963–976. https://doi.org/10.1108/TR-03-2018-0036.

Paweni, L., Nuna, M. S., Tjokra, M. R., Biongan, A., & Tabo, S. (2025). Penguatan Peran Masyarakat Lokal dalam Pengelolaan Wisata Pantai Bahari Monano melalui Pendekatan Partisipatif. Jurnal Publisitas, 12(1), 54-64. https://doi.org/10.37858/publisitas.v12i1.579.

Richards, G. (2018). Cultural tourism: A review of recent research and trends. Journal of Hospitality and Tourism Management, 36, 12–21. https://doi.org/10.1016/j.jhtm.2018.03.005.

Scheyvens, R. (1999). Ecotourism and the empowerment of local communities. Tourism Management, 20(2), 245–249. https://doi.org/10.1016/S0261-5177(98)00069-7.

Sholikhah, M. A. & Sarmadi. (2025). Pemberdayaan Kader Peduli Tentang Penggunaan Sirup Obat Antipiretik Dalam Menurunkan Kecemasan Orang Tua. Jurnal Entitas Pengabdian Masyarakat, 1(1), 11-15. https://doi.org/10.64465/jepm.v1i1.17.

Sholikhah, M., Suzalin, F., Sarmadi. (2025). Peningkatan Literasi Bahaya NAPZA pada Siswa SMK Farmasi Pembina Palembang. Jurnal Entitas Pengabdian Masyarakat, 1(2), 61-66. https://doi.org/10.64465/jepm.v1i2.62.

Simarmata, H. (2024). Strategi Pengembangan SDM di Sektor Pariwisata: Menganalisis Potensi dan Tantangan di Daerah Berkembang. Economics Professional in Action (E-Profit), 6(2), 174-181. https://doi.org/10.37278/eprofit.v6i2.951.

Suansri, P. (2003). Community based tourism handbook. Bangkok: Responsible Ecological Social Tours (REST).

Suaradesa01.wordpress.com. Festival Lalo’a: Kearifan Masyarakat Adat Liya dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut. Diakses bulan 11 Januari 2026.

Wibowo, A., Pratama, R., & Lestari, D. (2024). Pengembangan ekowisata berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Jurnal Entitas Pengabdian Masyarakat, 2(1), 15–25.

Downloads

Published

2026-04-11

How to Cite

Harudin, H., Nasrun , N., Normayasari , N., Ikhsan , N., Mansyur, L. O., Rumpa, A., … Sunarwan, S. (2026). Implementasi Tradisi Masyarakat Pesisir dalam Mengembangkan Nilai Kearifan Lokal di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Jurnal Entitas Pengabdian Masyarakat, 2(1), 11–19. https://doi.org/10.64465/jepm.v2i1.87

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.