Formulasi dan Evaluasi Ciprofloxacin Dalam Pembuatan Sediaan Krim Dengan Basis Nanoemulsi

Authors

  • Muhammad Arya Dhiwa STIKES Al-Fatah Bengkulu
  • Tri Yanuarto STIKES Al-Fatah Bengkulu
  • Herlina Herlina STIKES Al-Fatah Bengkulu
  • Betna Dewi STIKES Al-Fatah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.64465/jek.v1i4.139

Keywords:

Ciprofloxacin, Krim, Nanoemulsi , Staphylococcus aureus

Abstract

Ciprofloxacin merupakan antibiotik spektrum luas yang dapat digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, termasuk infeksi pada kulit. Namun, keterbatasan penghantaran zat aktif pada penggunaan topikal mendorong pengembangan sistem penghantaran berbasis nanoemulsi. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ciprofloxacin dalam sediaan krim dengan basis nanoemulsi serta mengetahui karakteristik fisik, ukuran partikel, dan efektivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan memformulasikan ciprofloxacin pada konsentrasi 0,3% (F1), 0,5% (F2), dan 0,7% (F3), serta F0 sebagai kontrol. Nanoemulsi dibuat menggunakan VCO sebagai fase minyak, Tween 80 sebagai surfaktan, dan PEG 400 sebagai kosurfaktan, kemudian diformulasikan menjadi krim. Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, tipe krim, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA), serta efektivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula memenuhi kriteria evaluasi fisik sediaan krim. Ukuran partikel F1, F2, dan F3 berturut-turut sebesar 577,8 nm, 796,5 nm, dan 491,1 nm, sehingga F3 memenuhi rentang ukuran nanoemulsi 20–500 nm. Efektivitas antibakteri meningkat seiring peningkatan konsentrasi ciprofloxacin, dengan F3 menghasilkan zona hambat tertinggi terhadap Staphylococcus aureus. Dengan demikian, F3 merupakan formula yang paling optimal berdasarkan karakteristik fisik, ukuran partikel, dan efektivitas antibakterinya.

References

Afni, N. (2025). Literature review: Nanoteknologi dalam penghantaran antibiotik sebagai inovasi peningkatan efektivitas terapi infeksi bakteri, 1(2).

Alfadli, R., & Khairunisa, S. (2024). Prevalensi penyakit kulit infeksi dan non-infeksi di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Jagakarsa periode Februari 2023–Januari 2024. Jurnal Kedokteran Meditek, 30(3), 151–156.

Amin, S., Nisa, F. K., Setiawati, Y., & Fauzan, M. A. A. (2025). Kajian kimia medisinal ciprofloxacin: Mekanisme kerja, antibakteri, dan pola resistensi bakteri. Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan, 4(2), 121–131.

Annisa, N. S., & Imanto, T. (2025). Formulasi dan karakterisasi nanokomposit polyvinyl alcohol–Na CMC dengan penambahan antibiotik ciprofloxacin sebagai balutan luka (wound dressing).

Anwar, A. I. (2024). Kebiasaan dan perilaku masyarakat pada penyakit kulit, rambut, kuku, dan kelamin: Mitos dan fakta. Sagung Seto.

Arifin, A., Jummah, N., & Arifuddin, M. (2022). Formulasi dan evaluasi krim daun teh hijau (Camellia sinensis (L.) Kuntze) dengan kombinasi emulgator. Jurnal Farmasi Indonesia, 19(1), 56–65.

Bamisaye, A., Eromosele, C. O., Dare, E. O., Akinloye, O. A., Idowu, M. A., Ighodaro, O. M., & Manickam, S. (2023). Fabrication, characterization, antimicrobial, toxicity and potential drug-delivery studies of PEGylated Sesamum indicum oil-based nanoemulsion system. Beni-Suef University Journal of Basic and Applied Sciences, 12(1), 33.

Deniansyah, D., & Pujiastuti, A. (2022). Formulasi dan uji mutu fisik sediaan krim ekstrak daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa). Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, 5(1), 51–59.

Ermawati, D. E., Rohmani, S., & Beandrade, M. U. (2023). Buku monograf sistem nanoemulsi untuk sediaan kosmetik. Pena Persada.

Farmakope Indonesia. (1979). Farmakope Indonesia (Edisi III). Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Gaikwad, V. (2025). A comprehensive review of ciprofloxacin: Clinical pharmacology, 7(2), 56–58.

Hamed, R., Abu Alata, W., Abu-Sini, M., Abulebdah, D. H., Hammad, A. M., & Aburayya, R. (2023). Development and comparative evaluation of ciprofloxacin nanoemulsion-loaded bigels prepared using different ratios of oleogel to hydrogels. Gels, 9(7).

Hamka, Z., & Hardiyanty, R. (2021). Formulasi dan uji efektivitas sediaan krim minyak nilam (Pogostemon cablin Benth.) terhadap Propionibacterium acnes. Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar, 5(2), 121–127.

Ibrahim, R., Fahlufi, C. F., Cahyana, H. A., Buana, B. S., Aziz, A. M., Saputro, M. R., & Pratama, R. (2026). Review artikel: Tinjauan pengujian dan peningkatan stabilitas sediaan nanoemulsi dari berbagai bahan alam. Majalah Farmasetika, 11(1).

Ihsan, S. (2022). Analisis rasionalitas antibiotik. Deepublish.

Jacob, S., Kather, F. S., Boddu, S. H., Shah, J., & Nair, A. B. (2024). Innovations in nanoemulsion technology: Enhancing drug delivery for oral, parenteral, and ophthalmic applications. Pharmaceutics, 16(10), 1333.

Kusumaningtiyas, D. H., & Azzahra, F. (2024). Uji sifat fisikokimia sediaan lotion ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) dengan variasi konsentrasi asam stearat.

Lumentut, N., Edi, H. J., & Rumondor, E. M. (2020). Formulasi dan uji stabilitas fisik sediaan krim ekstrak etanol kulit buah pisang goroho (Musa acuminata L.) konsentrasi 12,5% sebagai tabir surya. Jurnal MIPA, 9(2).

Nitbani, F. O., Tjitda, P. J. P., Nitti, F., & Detha, A. I. R. (2022). Antimicrobial properties of lauric acid and monolaurin in Virgin Coconut Oil: A review. ChemBioEng Reviews.

Priani, S. E., Putri, C. A., Eka Darma, G. C., Mulkiya, K., & Syafnir, L. (2024). Formulasi nanoemulsi antioksidan mengandung ekstrak etanol teh hijau dan minyak calendula. Majalah Farmasetika, 9(2), 193–204.

Priwitaningrum, D. L., Situmorang, S. M. P., Maha, H. L., & Hanum, T. I. (2022). Development of anti-aging cream containing natural active ingredients of virgin coconut oil. ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 7(2), 625–631.

Purnawan, S. A., Widaty, S., Budianti, W. K., & Widaty, S. (2024). Systemic antibiotic selection in skin and soft tissue infections. Journal of General-Procedural Dermatology and Venereology Indonesia, 8(2).

Puspita, R., Hasani, N., & Mi'rajunnisa. (2024). Uji aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun jeruk purut (Citrus hystrix DC.) dengan metode ekstraksi ultrasound assisted extraction terhadap bakteri Propionibacterium acnes menggunakan metode difusi cakram. Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(3).

Rahman, S., Fitriana, L., Fadhilah, A. N., Hasian, T. D., & Zola, E. G. (2026). Review formulasi dan evaluasi sediaan krim dalam penelitian farmasi. Jurnal Kesehatan dan Ilmu Medis, 10(2).

Rahmi, S. L. (2022). Formulasi sediaan gel hand sanitizer ekstrak daun sungkai (Peronema canescens Jack) sebagai antibakteri Staphylococcus aureus.

Sari, E. Y., Mutia, C., Fitri, Z. S., Sakhi, T. N., Maharani, I., & Elisma. (2025). Formulation of nanoemulgel preparation from jernang resin extract (Daemonorops draco (Wild.)) for healing burn wounds in male white rats (Rattus norvegicus). Jurnal Farmasimed, 7(2), 371–380.

Sari, P. E., Rahayu, M. P., & Nilawati, A. (2025). Formulasi sediaan krim sari buah mangga harum manis (Mangifera indica L.) sebagai pelembab kulit dan tabir surya. Jurnal Farmasi Indonesia, 22(1), 61–76.

Sahertia, Y. S., Putri, S. H., & Chaerunnisaa, A. Y. (2023). Aktivitas Antioksidan dan Penentuan Nilai SPF Ekstrak Etanol Tanaman Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) dalam Sediaan Krim Tabir Surya. Majalah Farmasetika, 8(5), 503–516.

Suhesti, T. S., & Muslimah, A. (2025). Nanoemulsion of nagasari (Mesua ferrea L.) leaf and its activity against Staphylococcus aureus. Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology, 12(2), 137–143.

Sugiharta, S., & Ningsih, W. (2021). Evaluasi stabilitas sifat fisika kimia sediaan krim ketoconazole dengan metode stabilitas penyimpanan jangka panjang. Majalah Farmasetika, 6, 162–175.

Tangkilisan, M. C., Lebang, J. S., Suoth, E. J., & Datu, O. S. (2025). Uji Aktivitas Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Alpukat (Persea americana Mill.) dengan Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix DC.) sebagai Antibakteri terhadap Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus. Pharmacy Medical Journal, 8(1).

Trianita, N., Sapri, & Umar, R. N. (2024). Formulasi nanoemulsi ekstrak propolis Trigona sp. asal Balikpapan dengan kombinasi minyak zaitun (olive oil) dan virgin coconut oil (VCO) sebagai fase minyak nanoemulsion.

Tungadi, R., Pakaya, M. S., & As'ali, P. W. D. (2023). Formulasi dan evaluasi stabilitas fisik sediaan krim senyawa astaxanthin. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 3(1), 117–124.

Umar, C. B. P., Niwele, A., & Surlia, M. (2025). Skrining fitokimia dan formulasi sediaan krim ekstrak etanol daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.) asal Desa Rumberu. Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(9), 6795–6804.

Wahyuni, Y. S., Thahir, Z., & Megawati. (2020). Uji daya hambat sediaan krim ekstrak daun ginseng Jawa (Talinum paniculatum Jack) dengan basis vanishing cream dan cold cream terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar, 4(1), 111–117.

Widodo, H. (2013). Ilmu meracik obat untuk apoteker. D-Medika.

Witanti, L., & Endriyatno, N. C. (2024). Formulasi dan uji fisik krim ekstrak herba meniran (Phyllanthus niruri L.) dengan variasi asam stearat dan trietanolamin. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 13(1), 23–31.

Wulandari, F., Mayefis, D., Ghiffari, H. D., & Gusmali, D. M. (2025). Formulasi dan uji aktivitas antibakteri krim ekstrak etanol rumput laut cokelat (Sargassum polycystum) terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Jurnal Surya Medika (JSM), 11(2), 64–75.

Zuikina, Y., Polovko, N., Strilets, O., & Strelnikov, L. (2021). The in vitro release testing and the antimicrobial activity of semi-solid dosage forms which contain salicylic acid. Farmacia, 69(6), 1073–1079.

Downloads

Published

2026-11-02

How to Cite

Dhiwa, M. A., Yanuarto, T., Herlina, H., & Dewi, B. (2026). Formulasi dan Evaluasi Ciprofloxacin Dalam Pembuatan Sediaan Krim Dengan Basis Nanoemulsi. Jurnal Entitas Kesehatan, 1(4), 235–249. https://doi.org/10.64465/jek.v1i4.139

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)