Formulasi Sediaan Sirup Ekstrak Daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle)

Authors

  • Stephany Lauren Firlinatri STIKES Al-Fatah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.64465/jkfn.v2i3.130

Keywords:

Cymbopogon nardus (L.) , Formulasi, Mutu fisik, Rendle ekstrak daun serai, Sirup

Abstract

Daun serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku sediaan herbal. Pengembangan ekstrak menjadi sediaan sirup memerlukan evaluasi mutu fisik untuk memastikan karakteristik sediaan memenuhi persyaratan farmasetika. Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengevaluasi mutu fisik sirup ekstrak daun serai wangi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan variasi konsentrasi ekstrak 0%, 6%, 8%, dan 10%. Evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, kejernihan, pH, viskositas, waktu tuang, volume terpindahkan, dan massa jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan pH, viskositas, waktu tuang, volume terpindahkan, dan massa jenis. Formula F0 menunjukkan karakteristik homogen dan jernih, sedangkan F1, F2, dan F3 menunjukkan kondisi kurang homogen dan agak jernih. Nilai pH berkisar 4,4–4,7, viskositas 71,95–130,65 cP, waktu tuang 2,22–2,47 detik, volume terpindahkan 98,0–99,5%, dan massa jenis 1,2344–1,2562 g/mL. Dengan demikian, ekstrak daun serai wangi dapat diformulasikan menjadi sediaan sirup, tetapi homogenitas dan kejernihan masih perlu dioptimalkan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anief, M. (2015). Ilmu meracik obat: Teori dan praktik. Gadjah Mada University Press.

Ansel, H. C. (2014). Pengantar bentuk sediaan farmasi (F. Ibrahim, Penerj.; Edisi ke-4). UI Press.

Ditjen POM RI. (1995). Materia Medika Indonesia (Jilid IV, hlm. 1030–1031). Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1995). Farmakope Indonesia (Edisi ke-4). Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000). Parameter standar umum ekstrak tanaman obat. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.

Fadlilaturrahmah, F., Amilia, J., Sukmawaty, Y., & Wathan, N. (2022). Identifikasi fitokimia dan uji aktivitas antiinflamasi in vitro fraksi n-heksana kapur naga (Calophyllum soulattri Burm. F.) dengan metode uji penghambatan denaturasi protein menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Jurnal Pharmascience, 9(2), 355. https://doi.org/10.20527/jps.v9i2.14372

Farnsworth, N. R. (1966). Biological and phytochemical screening of plants. Journal of Pharmaceutical Sciences, 55(3), 225–276.

Hanuf, N., & Ermawati, N. (2023). Formulasi dan evaluasi sediaan sirup antipiretik ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia L.). Jurnal Medika Nusantara, 1(2), 25–39. https://doi.org/10.59680/medika.v1i2.272

Herdaningsih, S., & Kartikasari, D. (2022). Formulasi sediaan sirup ekstrak etanol daun iler (Coleus atropurpureus (L.) Benth) dan uji aktivitas mukolitik secara in vitro. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 5(1), 119–129. https://doi.org/10.36387/jifi.v5i1.925

Herdaningsih, S., & Khofifah, M. (2021). Uji aktivitas anthelmintik ekstrak umbi batang rotan (Calamus rotang L.) terhadap cacing gelang ayam (Ascaridia galli) secara in vitro. Pharmaceutical Science Journal, 1(1), 90–98. http://openjournal.wdh.ac.id/index.php/Phrase/index

Hidayati, N., Styawan, A. A., & Khotimah, A. K. (2020). Formulasi dan uji sifat fisis sirup ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis) (Parkinson ex F.A. Zorn) Fosberg. The 12th University Research Colloqium 2020, 438–444.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Suplemen I Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Komala, O., Mahyuni, S., Pradiningsih, A., & Dewi, E. K. (2024). Effectiveness of citronella extract (Cymbopogon nardus) mouthwash from microwave-assisted extraction method against Streptococcus mutans. FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi, 14(1), 1–9. https://doi.org/10.33751/jf.v14i1.9621

Kresnawati, Y. (2024). Formulasi sediaan spray gel ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) dengan variasi konsentrasi HPMC sebagai gelling agent [Skripsi, STIFAR Yayasan Pharmasi Semarang].

Kurniawaty, A. Y., & Rawar, E. A. (2023). Terhadap karakteristik fisik sediaan sirup parasetamol. Jurnal Farmasi dan Kesehatan Indonesia, 3, 56–64.

Lenggu, C. K. L., Rini, D. I., & S., A. L. (2020). Uji aktivitas ekstrak etanol kulit daging buah terhadap pertumbuhan Escherichia coli secara in vitro. Cendana Medical Journal, 19(1), 96–107.

Madynah, N., Ilmi, N., & Setiawati, H. (2024). Formulasi dan uji aktivitas antibakteri sediaan krim ekstrak batang sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) dengan variasi trietanolamin terhadap Staphylococcus aureus. Fito Medicine: Journal Pharmacy and Sciences, 16(1), 15–24. https://journal.unpacti.ac.id/index.php/FITO/article/view/1519.

Mawada, A. E., & Sholikhah, M. A. (2026). Optimasi Konsentrasi Propilen Glikol Dan Etanol Dalam Formulasi Hair Tonic Anti Ketombe Ekstrak Daun Allamanda (Allamanda Cathartica L.) Serta Uji Stabilitasnya. Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara, 2(1), 14-26.

Pratiwi, D. I., & Sholikhah, M. A. (2026). Formulasi Dan Evaluasi Deodoran Spray Ekstrak Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Dengan Variasi Aluminium Kalium Sulfat Sebagai Antirespiran. Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara, 2(1), 1-13. https://doi.org/10.64465/jkfn.v2i1.63.

Royani, S., Setiasih, T., & Majid, S. F. (2024). Identifikasi kandungan metabolit sekunder pada daun serai wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle) di Kabupaten Banyumas. Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar, 8(2), 17–23.

Sambode, Y. C., Simbala, H. E. I., & Rumondor, E. M. (2022). Penentuan skrining fitokimia, parameter spesifik dan nonspesifik ekstrak umbi bawang hutan (Eleutherine americana Merr.). Jurnal Pharmacon, 11(2), 1389–1394.

Sapitri, A., Asfianti, V., & Marbun, E. D. (2022). Pengelolaan tanaman herbal menjadi simplisia sebagai obat tradisional. Jurnal Abdimas Mutiara, 3(1), 94–102.

Sari, E. K., Anantarini, N. P. D., & Dellima, B. R. E. M. (2024). Uji aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol daun serai wangi (Cymbopogon nardus L.) secara in vitro dengan metode HRBC (Human Red Blood Cell). Kartika: Jurnal Ilmiah Farmasi, 9(1), 1–17. https://doi.org/10.26874/kjif.v9i1.636

Silfia, S., Muchtar, H., & Failisnur. (2015). Pengaruh perbedaan persentase penambahan gliserin dan konsentrasi larutan ekstrak gambir terhadap beberapa sifat fisika dan kadar tanin tinta stempel. Jurnal Litbang Industri, 5(1), 53–59.

Triwulandari, S., & Sholikhah, M. A. (2026). Formulasi dan Uji Evaluasi Clay mask Berbasis Ekstrak Bangle (Zingiber purpureum Roxb.) dengan Variasi Konsentrasi Bentonit dan Kaolin. Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara, 2(1), 27-37.

Yana, N. D., Gummay, B., & Marpaung, M. P. (2022). Analisis parameter spesifik dan nonspesifik simplisia daun bawang merah (Allium cepa L.). KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 8(1), 45–52.

Yanuarto, T., Novia, D., & Lestari, S. P. (2022). Formulasi sediaan sirup sari buah senggani (Melastoma malabathricum L.). Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 5(1), 130–139. https://doi.org/10.36387/jifi.v5i1.914

Zainal, T. H., Aksa, R., Utami, Y. P., & Heldawati, H. (2024). Formulasi, uji stabilitas fisik, dan efektifitas sirup antelmintik ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) terhadap cacing (Ascaris suum Goeze). JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 9(2), 313. https://doi.org/10.20961/jpscr.v9i2.83298

Downloads

Published

2026-09-01

How to Cite

Firlinatri, S. L. (2026). Formulasi Sediaan Sirup Ekstrak Daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle). Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara, 2(3), 156–167. https://doi.org/10.64465/jkfn.v2i3.130

Issue

Section

Articles