Evaluasi Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Klasifikasi Access, Watch, Reserve (AWaRe) Pada Pasien Demam Tifoid Yang Menjalani Rawat Inap Di RSHD Kota Bengkulu Tahun 2025

Authors

  • Rahmat Ripaldo STIKES Al-Fatah Bengkulu
  • Ariesa Oktamauri STIKES Al-Fatah Bengkulu
  • Luky Dharmayanti STIKES Al-Fatah Bengkulu
  • Gina Lestari STIKES Al-Fatah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.64465/jkfn.v3i1.161

Keywords:

Antibiotik, AwaRe, Demam tifoid, Evaluasi penggunaan antibiotik, Luaran terapi

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang memerlukan penggunaan antibiotik secara rasional untuk mencapai keberhasilan terapi sekaligus mengurangi risiko resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, pola penggunaan antibiotik berdasarkan klasifikasi Access, Watch, Reserve (AWaRe), serta luaran terapi pasien demam tifoid yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian terdiri atas 579 pasien demam tifoid yang menjalani rawat inap selama tahun 2025. Sebanyak 237 pasien dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berusia 18–65 tahun (98,3%), berjenis kelamin perempuan (55,3%), dan tidak memiliki komorbid (85,2%). Seluruh penggunaan antibiotik (100%) termasuk dalam kelompok Watch, dengan kesesuaian dosis sebesar 100% dan seluruh durasi penggunaan antibiotik kurang dari tujuh hari. Sebanyak 230 pasien (97,0%) dinyatakan sembuh setelah mendapatkan terapi antibiotik dan 195 pasien (82,3%) menjalani rawat inap selama ≥3 hari. Penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di RSHD Kota Bengkulu menunjukkan kesesuaian dosis dan durasi terapi serta memberikan luaran klinis yang baik, namun dominasi kelompok Watch menunjukkan pentingnya pemantauan penggunaan antibiotik secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2006). Pedoman pengendalian demam tifoid. Direktorat Jenderal PP & PL.

Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. (2025). Profil Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.

Iqbal, M. S., Khan, M. F., Farooqui, S., Rasheed, S. K. S., Iqbal, M. Z., & S. Q. (2025). Antibiotic utilization and resistance according to the WHO AWaRe classification in intensive care units after COVID-19 third wave in Pakistan: Findings and implications. Medicina, 61, 481. DOI: 10.3390/medicina61030481.

Katarnida, S. S., Murniati, D., & Katar, Y. (2016). Evaluasi penggunaan antibiotik secara kualitatif di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta. Sari Pediatri, 15(6), 369. DOI: 10.14238/sp15.6.2014.369-76.

Khairunnisa, S., Hidayat, E. M., & Herardi, R. (2020). Hubungan jumlah leukosit dan persentase limfosit terhadap tingkat demam pada pasien anak dengan demam tifoid di RSUD Budhi Asih tahun 2018. Seminar Nasional Riset Kedokteran (SENSORIK), 60–69.

Laksana, A. S., Dharmayanti, L., Novia, D., & Lestari, G. (2026). Rasionalitas penggunaan obat kemoterapi pada pasien kanker payudara di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara, 2(3), 134–143. https://doi.org/10.64465/jkfn.v2i3.123.

Lukman, M., Abdullah, R. P. I., Gayatri, S. W., Latief, S., & Karsa, N. S. (2021). Rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien anak rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit. Indonesian Journal of Health, 1(03), 170-186.

Machowska, A., & Lundborg, C. S. (2019). Drivers of irrational use of antibiotics in Europe. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(1). DOI: 10.3390/ijerph16010027.

Notoatmodjo, S. (2020). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Oktamauri, A., Dharmayanti, L., Febrianti, R., Sulita, H., & Afriyani, N. (2026). Karakteristik dan pola penggunaan obat pasien demam tifoid di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu: Suatu analisis deskriptif. Jurnal Ilmiah Pharmacy, 13(1). DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.924.

Oktavia. (2023). Analisis penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap dengan metode Defined Daily Dose. MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana), 5(2).

Purnamasari, R. (2020). Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien balita dengan diagnosa infeksi saluran pernapasan atas di Puskesmas Koni Kota Jambi. Jurnal Sains dan Kesehatan, 2(4), 385–390. DOI: 10.25026/jsk.v2i4.189.

Rahmadi. (2024). Profil sebaran antibiotik berdasarkan klasifikasi AWaRe dan potensi risiko resistensi di Indonesia. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 4(2), 325–335. DOI: 10.37311/ijpe.v4i2.26944.

Rahmat, W., Akune, K., & S. M. (2019). Demam tifoid dengan komplikasi sepsis: Pengertian, epidemiologi, patogenesis, dan sebuah laporan kasus. Jurnal Medical Profession, 3(3), 264.

Setiati, S., Alwi, I., Sudoyo, A. W., Simadibrata, M., Setiyohadi, B., & Syam, A. F. (Eds.). (2014). Buku ajar ilmu penyakit dalam (Edisi VI). Jakarta: Interna Publishing.Wulan, Kaunang, & J. P. (2022). Demam tifoid (Epidemiologi penyakit menular). Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi.

Sekaran, U. (2022). Research methods for business. Salemba Empat.

Subhan, A., Oktamauri, A., Haifa, A., & Wardani, T. K. (2024). Pola Penggunaan Antibiotik Reserve di Unit Intensif dan Non Intensif Rawat Inap RSUP Fatmawati. Jurnal Farmasi Klinik Best Practice, 3(1), 36-46.

WHO. (2019). Noncommunicable diseases country profiles 2018. World Health Organization.

World Health Organization. (2022). The WHO AWaRe (Access, Watch, Reserve) antibiotic book. World Health Organization.

Yerlina, S. D. (2024). Analisis penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap penyakit dalam di RSUD Raja Ahmad Tabib. Pharmacy Medical Journal, 7(2), 111-4.

Downloads

Published

2026-10-07

How to Cite

Ripaldo, R., Oktamauri, A., Dharmayanti, L., & Lestari, G. (2026). Evaluasi Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Klasifikasi Access, Watch, Reserve (AWaRe) Pada Pasien Demam Tifoid Yang Menjalani Rawat Inap Di RSHD Kota Bengkulu Tahun 2025. Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara, 3(1), 11–20. https://doi.org/10.64465/jkfn.v3i1.161

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.