Inovasi Formulasi Pewarna Rambut Berbasis Bahan Alam Sebagai Alternatif Kosmetik yang Aman: Systematic Review

Authors

  • Mar’atus Sholikhah Poltekkes Kemenkes Palembang
  • Karinda Atthiyah Putri Poltekkes Kemenkes Palembang
  • Siti Nurma Chairani Poltekkes Kemenkes Palembang
  • Nabila Septiani Poltekkes Kemenkes Palembang

DOI:

https://doi.org/10.64465/jkfn.v2i1.96

Keywords:

Bahan alam, Formulasi, Kosmetik alami, Pewarna rambut, Systematic review

Abstract

Penggunaan pewarna rambut berbahan sintetis seperti para-phenylenediamine masih mendominasi industri kosmetik, meskipun konsumen mengetahui tingkat risiko iritasi hingga toksisitas jangka panjang yang ditimbulkan. Seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk yang lebih aman dan ramah lingkungan, bahan alam mulai dilirik sebagai alternatif yang lebih aman. Kajian ini bertujuan menelaah berbagai inovasi formulasi pewarna rambut berbasis bahan alam melalui pendekatan Systematic Literature Review terhadap 21 artikel ilmiah terbitan 2015–2025. Hasil studi menunjukkan bahwa berbagai bahan alam seperti biji pepaya, umbi bit, dan bunga rosela memiliki kemampuan menghasilkan warna rambut yang beragam dengan kestabilan warna yang baik. Formulasi dalam bentuk gel dan krim menjadi pilihan utama karena kemudahan pemakaian dan kestabilan fisiknya. Selain itu, sebagian besar sediaan menunjukkan hasil positif dari segi pH, viskositas, daya sebar, serta respon pengguna melalui uji hedonik. Temuan ini memperkuat peran bahan alam sebagai dasar dalam pengembangan pewarna rambut yang lebih sehat, sekaligus mendukung arah industri kosmetik menggunakan formulasi bahan alam yang berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

BPOM RI. (2019). Peraturan BPOM Nomor 23 Tahun 2019 tentang Kosmetika. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Chalisa, N., Selviyani, R., Azzahra, S., & Sholikhah, M. A. (2025). Pemanfaatan Biji Kopi (Coffea Sp) Sebagai Agen Bioaktif Dalam Sediaan Kosmetik Berbasis Alami. Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara, 1(2), 37-43.

Chen, J. B. H., Inbaraj, B. S., & Chen, C. Y. (2019). Nanoemulsion and nanoliposome based strategies for improving stability of natural pigments. Journal of Food and Drug Analysis, 27(1), 19–27.

Cheng, Y., Zhang, Y., Zhang, H., Wang, T., & Li, Y. (2023). Advances in embedding techniques of anthocyanins: A review of encapsulation strategies, stability, and applications. Frontiers in Nutrition, 10, 10021946.

Cui, H., Yang, X., Sun, J., Li, L., Liu, J., & Zhang, H. (2022). Recent advancements in natural plant colorants used for hair dye applications: A review. Journal of Cosmetic Dermatology, 21(12), 6414–6424.

Damayanti, S., Ridwan, M., & Sari, R. (2022). Formulasi dan evaluasi sediaan krim pewarna rambut dari ekstrak etanol umbi bit (beta vulgaris L.). Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal, 4(2), 87-91.

Daskar, A., Fitriantini, M., Rosanti, A. S., & Chandra, A. A. (2024). Literatur Riview: Formulasi Sediaan Pewarna Rambut Ekstrak Buah Senduduk (Melastoma Malabathricum L.). Journal Pharmacy Aisyah, 3(1), 60-69.

Definisi.ac.id. (2023). Formulasi: Pengertian, tujuan, dan contoh dalam berbagai bidang. https://definisi.ac.id/formulasi/

De Souza, J. C., Gonçalves, L. M., & Ferreira, M. (2025). Comprehensive review of hair dyes: Physicochemical and toxicological aspects. Journal of Cosmetic Science, 76(1), 45–59.

Kadiwijati, L. R. & Saputra, V. (2018). Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Gel Rambut yang Mengandung Ekstrak Metanol Bonggol Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L.). Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal, 3(2), 138-149.

Latifah, Fatma & Retno Iswari. (2007). Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: Gramedia.

Lithiflika, G. F., Mahmudah, F., & Rusli, R. (2024). Formulation of hair dye gel from roselle flower (Hibiscus sabdariffa L.) extract. Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology, 139–146.

Mufidah, A. F., Herawati, E., & Ambarwati, N. S. S. (2020). Formulasi dan Evaluasi Sediaan Pewarna Rambut Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus).1-13.

Nabilah, F., Herawati, E., & Silfi, N. S. A. (2021). Formulasi dan evaluasi sediaan kosmetik pewarna rambut dari ekstrak kulit batang secang (Caesalpinia sappan L.). Universitas Negeri Jakarta.

Nugrahaeni, F., Srifiana, Y., & Rokhman, A. N. (2021). Pengaruh peningkatan konsentrasi xanthan gum terhadap sifat fisik gel pewarna rambut ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan L.). Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal, 6(2), 29–42.

Permenkes. 2010. “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1175/MENKES/PER/VIII/2010 Tentang Izin Produk Kosmetika.” Dirjen Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan (396):1–32.

Prasongko, E. T., & Arifian, P. F. (2024). Formulasi gel pewarna rambut alami ekstrak etanol 70% kulit kayu manis (Cinnamomum burmanni Nees ex BI). Sains Indonesiana: Jurnal Ilmiah Nusantara, 2(1), 24–31.

Popescu, V., Vasile, C., & Dinu, M. V. (2021). Green chemistry in the extraction of natural dyes: A review. Molecules, 26(9), 2670.

Purgiyanti, P. (2014). Perbedaan Konsentrasi Cmc Na Terhadap Uji Fisik Pewarna Rambut Gel Ekstrak Kulit Buah Durian (Durio zibethinus L.). Parapemikir: Jurnal Ilmiah Farmasi, 3(1).

Putri, C. C., & Sholikhah, M. A. (2025). Formulasi Tanaman Kunyit (Curcuma longa L.) Dalam Berbagai Sediaan Farmasi: Systematic Literature Review. Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara, 1(1), 1-6.

Ramadhan, T., Efayanti, D., & Fitriantini, M. (2022). Formulasi sediaan pewarna rambut ekstrak buah senduduk (Melastoma malabathricum L.). Jurnal Farmasi Lampung, 87–95.

Rum, I. A., Ulfha, M., & Ghazali, D. (2019). Formulasi pewarna rambut dari biji pepaya (Carica papaya L.) dalam bentuk sediaan gel. Jurnal Mitra Kesehatan, 1(2), 74–80.

Saputra, S. A., Lailiyah, M., & Atika, S. T. R. (2020). Formulasi gel pewarna rambut dari sari daun tarum (Indigofera tinctoria L.) dengan basis carbopol 940. Prosiding Seminar Hasil Penelitian IIKBW.

Sasmita, Fania, U., Sholehah, S., & Sholikhah, M. A. (2025). Pengembangan Sediaan Patch Berbasis Herbal. Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara, 1(2), 52-58.

Sholikhah, M. A. (2025). Aktivitas Rimpang Lengkuas Dalam Sediaan Farmasi: Systematic Literature Review. Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara, 1(1), 23-30.

StatPearls. (2024). Paraphenylenediamine toxicity. In StatPearls. StatPearls Publishing.

Sundawan, P. D., Putra, S. A., Werdaya, M. R., & Yuniarsih, N. (2022). The Potential of Red Dragon Fruit (Hylocereus polyrizhus) as a Hair Dye. Archieves of The Medicines and Case Reports. 3(4). 304-306.

Triyandi, R., Efayanti, D., & Fitriantini, M. (2017). Formulasi Sediaan pewarna Rambut Ekstrak Buah Senduduk (Melastoma malabathricum L.). J Farm Lampung.

Zaky, M., Pratiwi, D., & Saripah. (2023). Potensi ekstrak umbi bit (Beta vulgaris L.) sebagai pewarna rambut dalam formulasi sediaan gel. Parapemikir: Jurnal Ilmiah Farmasi, 12(2).

Downloads

Published

2026-01-15

How to Cite

Sholikhah, M., Putri, K. A., Chairani, S. N., & Septiani, N. (2026). Inovasi Formulasi Pewarna Rambut Berbasis Bahan Alam Sebagai Alternatif Kosmetik yang Aman: Systematic Review. Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara, 2(1), 48–56. https://doi.org/10.64465/jkfn.v2i1.96

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)